USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS [Kajian Kitab: An-Nasa'ih Ad-Diniyah Wal Wasaya Al-Imaniyah, Karya: Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad]
Bersabda Baginda kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, kata Imamul Haddad dalam kitab ini, "Dunia itu dilaknat (dijauhkan dari rahmat-Nya Allah), dilaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali yang Allah cintai di bumi ini adalah Dzikrullah (mengingat Allah) dengan segala sarana prasarananya yang mengingat Allah (seperti Ka'bah (orang kalau lihat Ka'bah akan ingat Allah), Masjid, Majelis Ta'lim. Termasuk juga semua ahli-ahli dzikir, semua orang-orang sholeh yang ahli dzikir kepada Allah (itu se orang-orangnya jadi dijauhkan dari laknatnya Allah)) dan orang yang mengajar ataupun orang yang belajar."
*Yang nggak dilaknat dari bumi ini adalah para Ulama, selalu dipandang Allah dengan pandangan kasih sayangnya. Kenapa? mereka perwakilan Allah di atas muka bumi, mereka yang bisa ngebawain agama Allah, mereka pewaris para Nabi, penerus para Nabi.
Maka para pengajar-pengajar kebaikan, para Ustadz, para Ustadzah kalau ikhlas akan jadi orang yang kaya raya di alam kubur sana dan di Mahsyar sana, nanti tuh buku catatan amalnya itu yang paling tebel, yang paling banyak amal ibadahnya mereka-mereka itu para pengajar kebaikan, para da'i ilallah yang ikhlas itu mereka akan kaget-kaget dapetinnya, buku catatan amalnya dibuka istighfar jutaan tiap hari bahkan setiap jamnya, "Malaikat mohon maaf nih, biar kata bagus tapi bukan punya saya nih, ini bukan catatan saya nih, raport saya nggak sebagus itu, catatan amal ibadah saya nggak sebagus ini nih. Saya emang suka istighfar sih tapi cuman 70x, itupun juga bulan Rajab doang, pagi sama sore, nggak segini jutaan Malaikat. Bukan berarti saya nggak seneng nih dapat buku bagus kayak begini nih tapi mohon maaf ini salah alamat, ini bukan punya saya." Kata Malaikat, "Enggak ini bener punya kamu, kita nggak pernah bikin kesalahan. Sebab Allah menetapkan "Sesungguhnya semua yang ada di bumi, baik di lautan maupun di daratan beristighfar buat orang yang selalu mengajarkan kebaikan kepada orang lain, sampai kepada ikan di lautan pada istighfar, burung-burung juga pada istighfar, semut-semut istighfar, semuanya istighfar."
Jadi di bumi nggak pernah dilaknat tuh orang alim, kecuali kalau orang alim tersebut tidak melaksanakan apa yang dia sampaikan. Dia bilang itu wajib, tapi dia tinggalin. Dia bilang itu haram, tapi dia kerjain. Orang-orang yang semacam ini justru akan menjadi bahan pertama api neraka berkobar-kobar. Na'udzubillah min dzalik.
Kata Allah ﷻ, "Kenapa kalian ucapkan sampaikan sesuatu yang kamu sendiri nggak kerjain. Besar murka Allah terhadap orang-orang yang menyampaikan sesuatu tetapi dia sendiri tidak mengamalkannya." (QS. As-Saff: Ayat 2 dan 3)
*Saya pernah nanya ini sama guru-guru saya di sana di Tarim. Kalau kayak gini kan serem ya kita ya. Terus mereka bilang, "Yang Sunnah nggak akan berubah jadi wajib dengan kamu menyampaikannya. Tapi yang wajib sesudah kamu menyampaikannya, ia menjadi kewajiban yang dobel buat kamu, jangan sampai kamu tinggalkan. Kalau kamu tinggalkan, maka dosanya dua: dosanya kamu meninggalkan kewajiban tersebut sama dosanya kamu melanggar apa yang kamu sampaikan sendiri."
Makanya mudah-mudahan biar tetep dalam jalan istiqomah. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin. 🤲
Jadi nggak usah takut, dengan kamu menyampaikan fadhilahnya Tahajud, Tahajud nggak jadi wajib buat kamu, tetep Sunnah. Dan yang wajib kayak misalnya "Ibu-ibu jangan pernah tinggal sholat Fardhu." Iya masak gurunya sendiri ninggalin.
Demikian pula yang tidak dilaknat di atas muka bumi ini adalah orang yang belajar. Maka ibu-ibu kalau kamu kepengen menjadi orang-orang yang beruntung sampai kapanpun "Jangan pernah berhenti belajar." Terus saja, pokoknya pelajarin, bisa hadir secara langsung bagus, nggak bisa juga Alhamdulillah (sekarang sarana prasarana ini kan memudahkan kita, di medsos banyak).
Dan orang kalau lagi masa belajar menuntut ilmu kemudian meninggal dunia. Itu kata Nabi Muhammad ﷺ, "Dia bakal dikumpulin sama Nabi Muhammad (hanya bedanya Nabi Muhammad seorang Nabi dan dia bukan Nabi)."
Makanya sampe para Ulama tuh kalau udah waktunya sakit, itu nggak mau jauh-jauh dari kitab, nggak mau jauh-jauh dari ilmu, antara ngajar atau belajar, pokoknya harus, biar kenapa? biar kalau meninggal dunia bisa kumpul sama Nabi Besar Muhammad ﷺ.
Sayyidina Ali sebagai orang terpandai sesudah Nabi Besar Muhammad, yang katanya Nabi Muhammad "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya."
Orang kalau belajar ilmu agama banyak tuh, akan banyak dengerin kata-katanya atau pendapatnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib, emang cerdas luar biasa.
Sayyidina Ali mengatakan, "Jadilah kamu salah satu dari empat orang ini, jangan jadi yang ke-limanya (selain dari empat orang ini).
1. Yang pertama Jadilah Ulama (yang memang berilmu kemudian menyampaikan ilmunya, bukan Ulama ngaji dari mbah Google, bukan. Ulama yang memang punya sambungan ilmu sampai kepada Baginda Nabi Besar Muhammad ﷺ, yang memang menghabiskan waktunya untuk banyak belajar ilmu agama kemudian sesudah itu dia menyampaikannya kepada masyarakat secara umum),
2. atau jadilah pelajar atau santri (belajar dari para Ulama),
3. atau jadilah pendengar (yang baik tentu saja, bukan yang setengah kajian ditinggal tidur 🤭),
4. yang keempat jadilah pecinta (misalnya gitu ya "aduh saya nggak keburu mau ngaji nih, saya sibuk nih, tapi saya cinta sama para Ulama, saya cinta sama Majelis Ta'lim, saya akan berbuat apa yang bisa saya kerjakan untuk memudahkan dakwahnya para Ulama").
*Mencintai para Ulama itu dengan cara yang diinginkan oleh Ulama tersebut ya. Jangan jadinya ngikutin hawa nafsumu dalam cinta kepada para Ulama, itu nggak bener. Kalau misalnya gurunya bilang, "jangan foto" ya jangan foto. Ikut aja apa katanya. Mencintai berarti melakukan apa yang Beliau mau, apa yang Beliau inginkan, nggak usah pake banyak nawar.
Jangan jadi orang ke-lima (nggak jadi salah satu dari ke-empat orang ini, malah kesenengannya ngata-ngatain Ulama, senengannya bikin-bikin nggak bagus tentang para Ulama, hati-hati). Kalau kamu jadi orang yang seperti ini (bukan Ulama, bukan pelajar, bukan pendengar, bukan pecinta tapi benci malah justru kepada empat orang ini) kamu pasti akan dihancurkan oleh Allah dunia sebelum akhirat."
Kata Nabi Muhammad ﷺ, "Akan ada waktunya umat saya nih pada nggak demen sama para Ulama, mereka lari dari para Ulama (menganggap nggak keren, menganggap nggak bagus para Ulama-Ulama). Allah akan menimpakan kepada orang tersebut tiga bala':
1. Allah angkat keberkahan dari usaha mereka, dari harta mereka (Duitnya banyak, tapi nggak berkah. Punya duit tapi duitnya dipakai kebaikan susah banget, dipakai kemaksiatan gampang banget).
2. Kalau dalam satu kaum atau daerah, banyak orang-orang yang seperti itu (nggak cinta sama para Ulama), Allah akan memberikan pemimpin yang dzolim.
3. Ini yang paling ngeri. Allah akan cabut iman dari dalam hatinya sesaat sebelum kematiannya datang. Sehingga dia mati nggak bawa iman, di saat yang orang kirain dia mati sebagai muslim, sebagai mukmin. Na'udzubillah min dzalik.
Sebab Allah telah berfirman dalam salah satu Hadits Qudsinya, "Siapa yang memusuhi salah satu dari kekasih kekasih-Ku, dia sedang mengajak perang dengan-Ku." Siapa yang menang diajak perang sama Allah. Makanya orang kalau nggak cinta sama Ulama, bala'nya Na'udzubillah... sangat susah baginya buat mati Husnul Khotimah. Seremmm... Seremmm... 😭
Mudah-mudahan Allah kasih kita dapat mengamalkan ilmu kita, cinta sama Ulama, mudah-mudahan bisa menghargai menghormati para Ulama, kita biar bisa jadi orang-orang yang terus berada bersama dengan para guru-guru kita di dunia hingga kelak di akhirat nanti. Insyaa Allah... Aamiin Yaa Rabbal 'Alaminn... 🤲
*Apa Ustadzah bedanya pelajar sama pendengar?
➡️
▪︎Kalau pelajar itu fokus, serius, mendengarkan, ingat, kemudian menulis dan biasanya bikin kesimpulan. Itu namanya pelajar, yang ngerti, nanti dia bisa nyampein lagi sama anaknya, bisa cerita sama suaminya.
▪︎Kalau pendengar itu yang asal ndengerin. Ditanyain, "tadi Ustadzah Halimah nyampein apa?" "ya gitu deh, tadi ada cerita." "siapa namanya?" "ada deh pokoknya". Nggak apa-apa temen² bagus juga, meskipun yang pelajar lebih bagus lagi.
Comments
Post a Comment